Penguatan kontrol masyarakat yang didukung oleh awak media, pasti akan memberi suntikan
soliditas di internal Polri. Yang pada satu sisi, juga akan mendorong sinergitas dengan elemen eksternal lain. Terlebih, rasio jumlah polisi (yang bertugas menjaga keamanan) dan warga (yang
wajib diberi keamanan dan kenyamanan) sangat berjarak. Maka itu, upaya menjalin kemitraan
seperti ini merupakan hal yang mutlak diperlukan. Polri pun perlu memahami seluk beluk media massa. Hal ini terkait dengan angle pengemasan berita yang pas. Khususnya, berkenaan dengan sosialissi program dan himbauan pemeliharaan ke-
amanan dan ketertiban masyarakat. Jangan sampai,

program yang sudah bagus, tidak tersampaikan secara menyeluruh dengan maksimal. Terlebih, di era keterbukaan informasi publik
seperti sekarang ini, kemampuan berkomunikasi dengan benar dan memikat merupakan penentu kesuksesan sebuah gagasan. Mengapa? Karena

berkomunikasi adalah sarana menyampaikan ide atau pemikiran. Kalau cara menyampaikannya keliru, pastilah pesan yang ingin dibagikan tidak terarah dengan baik. Nah, komunikasi yang dimaksud dapat dilakukan melalui media massa. Media sosial tak kalah penting. Melalui ini, Polri dapat berinteraksi dengan warga secara langsung. Bahkan, hingga level personal. Oleh karenanya,
korps Bhayangkara perlu memiliki ragam akun media sosial. Seperti, facebook, twitter, instagram,
dan lain sebagainya. Dengan demikian, Polri dan masyarakat menjadi tak bersekat. Akses dari warga menuju Polri sudah lancar dan terbuka 24 jam. Selaku Kapolda Jawa Timur, saya sudah mengarahkan pada jajaran untuk selalu bersahabat

dengan awak pers dan masyarakat. Mereka pun sudah saya minta untuk bersikap baik pada
fenomena apapun yang tercetus di media massa. Meraka wajib tanggap pada isu di media sosial
atau dunia maya. Jangan sampai, Polri ketinggalan berita atau kalah dengan penjahat yang selama ini terkesan
lihai beraksi di ranah virtual. Pada bagian lain, saya mengapresiasi para anggota yang selama ini giat

belajar dan mengawasi dunia cyber. Sudah banyak kasus pelanggaran UU ITE yang ditindak tegas. Keamanan dan kenyamanan di ranah maya pun dapat dijaga secara konsisten.

Sementara itu, peluncuran buku berjudul Strategi Menjaga Citra Polri di Sosial Media yang diluncurkan Polda Jatim adalah salah satu bukti
bahwa kami memberi atensi serius pada lini ini. Meski memang, terdapat pula terobosan kongkret lain yang
sudah dilaksanakan. Baik oleh Polda Jatim secara khusus, maupun oleh jajaran di bawahnya. Semoga
buku ini dapat memberi inspirasi bagi siapapun yang membacanya. Terutama, untuk para anggota Polri yang wajib paham dengan perkembangan teknologi nan tumbuh begitu cepat akhir-akhir ini.