Yoyok yoeswanto sejarah polri
August 28, 2020 at 5:25 PM

SEJARAH KORPS LALU LINTAS KEPOLISIAN RI (Korlantas Polri)

KORPS LALU LINTAS KEPOLISIAN RI atau disingkat menjadi Korlantas Polri yaitu sebuah unsur pelaksana utama Kepolisian Negara Republik Indonesia pada tingkat markas besar dipimpin oleh kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas Polri) yang bertanggung jawab di bawah Kapolri. Korlantas Polri ini bertugas untuk membina dan melaksanakan fungsi-fungsi pada lalu lintas yang meliputi pendidikan mastarakat, penegakan hokum, kajian permasalahan lalu lintas, registrasi, dan identifikasi pengemudidan kendaraan bermotor, serta mengadakan patrol jalan raya. Korlantas Polri sekarang dikepalai oleh Irjen (Pol) Istiono.
Pada zama Hindia Belanda Korlantas sudah memiliki nama yang sangat eksis. Saat itu Pemerintah Hindia Belanda menganggap perlunya sebuah wadah untuk mengimbangi perkembangan lalu lintas yang semakin meningkat. Pada tanggal 15 Mei 1915 terbentuklah organ lalu lintas yang pada awalnya bernama Voer Wesen, dan diperbaharui bernama Verkeespolitie, yang memiliki arti Polisi Lalu Lintas. Nama tersebut berasal dari bahasa asli Belanda.
Setelah belanda angkat kaki dari Indonesia selanjutnya memasuki era penjajahan jepang dimana peran Korlantas sedikit mengalami gradasi. Beberapa tugas keamanan dan pengamanan yang sudah diambil alih oleh militer jepang membuat Korlantas dilaksanakan oleh Kempetai (sebutan untuk Polisi Militer Jepang).
Eksistensi Korlantas dipertegas pada tanggal 22 september 1955 walaupun telah naik turun melalui era Penjajahan Jepang sampai masa kemerdekaan. Kepala Jawatan Kepolisian Negara mengeluarkan Order No 20/XVI/1955 pada tanggal 22 September 1955 yang berisi tentang pembentuan Skesi Lalu Lintas Jalan yang dibawah langsung kepala Kepolisian Negara. Sampain saat ini pun tanggal 22 September akan menjadi acuan ulang tahun Korlantas yang dirayakan.
ARTI LAMBANG KORPS LALU LINTAS
1. Gambar Tameng adalah Lambang Perlindungan. Setiap anggota Polantas wajib memiliki kemampuan dan keterampilan serta ilmu pengetahuan yang dilandasi dengan mental kepribadian yang berjiwa Tri Brata dan Catur Prasetya dalam rangka tugas melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dari setiap gangguan Kamtibmas.
2. Jari-Jari Tameng, berjumlah 22 diartikan sebagai tanggal lahirnya Polantas.
3. Garis Marka berjumlah 9 diartikan sebagai bulan september yang merupakan bulan lahirnya polantas.
4. Rantai berjumlah 2 diartikan kewenangan Polantas.
5. Gambar Sayap adalah lambang inisiatif, melindungi dan mempermudah gerakan pelaksanaan tugas dari Polantas untuk melindungi setiap pemakai jalan dan memberikan rasa aman dan nyaman dalam berlalu-lintas.
6. Gambar sayap terdiri dari tiga bagian yang menjadi jiwa dan semangat pengabdian bagi setiap anggota polantas, sayap dengan lima (5) helai berarti Pancasila, sayap dengan tiga (3) helai berarti Tribrata, sayap depan empat (4) helai berarti Catur Prasetya
7. Tiga Bintang menggambarkan simbol lalu lintas, urat nadi kehidupan, cermin budaya, cermin tingkat modernitas.
8. Roda menggambarkan kehidupan sosial masyarakat yang dinamis.
9. Padi dan Kapas berperan dalam mewujudkan kesejaterahan masyarakat.
10. Seloka bertuliskan DHARMAKERTA menunjukan kerja dengan tulus dan ikhlas dengan penuh kesadaran, kepedulian dan tanggung jawab. MARGA adalah jalan raya dan para pengguna jalan. RAKSYAKA memberi perlindungan, pengayoman dan pelayanan.
DHARMA KERTA MARGA RAKSYAKA. Polisi lalu lintas bekerja dengan tulus ikhlas dan dengan penuh kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab dalam mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas guna memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BEBERAPA KEPALA KORPS LALU LINTAS POLRI
• Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo (2010-2012)
• Inspektur Jenderal Polisi Pudji Hartanto Iskandar (2012-2014)
• Inspektur Jenderal Polisi Cindri Kirono (2014-2016)
• Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto (2016-2016)
• Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa (2016-2018)
• Inspektur Jenderal Polisi Refdi Andri (2018-2019)
• Inspektur Jenderal Polisi Istono (2019-sekarang)