Yoyok yoeswanto sejarah polri
August 28, 2020 at 5:43 PM

PAHLAWAN HEBAT PERTEMPURAN SURABAYA

Pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945 di abadikan dalam sejarah bangsa dan setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pasukan Indonesia melawan pasukan Belanda. Bung Tomo yang merupakan pimpinan BPRI memiliki peranan penting untuk membangkitkan semangat seluruh rakyat Surabaya.
Tidak hanya Bung Tomo, pernakah kalian mengetahui peranan polisi menjadi kunci penting pertempuran 10 November 1945 di Surabaya? Tanpa peran Mochamad Yasin dan pasukan polisi Istimewa tidak ada peristiwa 10 November. Mochammad Yasin merupakan tokoh kepolisian yang memiliki ide membentuk pasukan Brigade Mobile atau biasa kita kenal dengan BRIMOB. Pasukan BRIMOB merupakan satuan elit dalam kepolisian. Dengan demikian Mochammad Yasin disebut sebagai Bapak BRIMOB Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di balik pertempuran 10 November 1945 polisi pernah melaksanakan proklamasi polisi dalam ejaan lama berbunyi ”Oentoek bersatoe dengan rakyat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamas 17 Agustus 1945 dengan ini menjatakan Polisi sebagai Polisi Repoeblik Indonesia”. Soerabaja, 21 Agoestoes 1945. Atas nama Seloeroeh Warga Polisi: Moehammad Jasin – Inspektoer Polisi Kelas I.”. Proklamasi Polisi tersebut merupakan suatu tekat anggota polisi untuk berjuang melawan Tentara Jepang yang masih memiliki senjata Lengkap walaupun sudah menyerah. Proklamasi tersebut juga bertujuan untuk menyakinkan rakyat bahwa Polisi merupakan aparat negara yang setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berjuang bersama rakyat dan bukanlah sebagai penjajah.

Ketika terjadi insiden perobekan bendera pada tanggal 19 September 1945 polisi pimpinan Mochamad Yasin bergerak cepat dan mereka menyatu dengan rakyat. Hingga kini Peran polisi dalam pertempuran 10 November 1945 dijadikan sebagai Monumen Polisi Istimewa Surabaya. Surabaya pun dikenal dan mendapat julukan sebagai Kota Pahlawan.