Yoyok yoeswanto sejarah polri
August 29, 2020 at 7:40 PM

BEGINILAH BENTUK SIM PADA TAHUN 50-AN

Mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) saat ini terasa mudah dibandingkan tahun 1950-an. Untuk mendapatkan SIM A (sedan dan sejenisnya) dan C (sepeda motor) harus melalui beberapa tahap ujuan yakni teori dan praktik. Ujiian teroi berupa pengenalan terhadap hamper semua rambu lalu lintas. Hasilnya baru diketahui esok hari. Yang gugur pada ujian teori harus mengulang sampai lulus.
Setelah lulus ujian teori selanjutnya masuk ke ujian praktek. Saat ujian prakter berlangung, sekitar 5-an mobil atau sepeda motor berjejer. Seorang akan maju satu-persatu untuk melewati rintangan-rintangan yang sudah disiapkan. Untuk rintangan mobil dan rintangan motor sedikit berbeda. Kesempatan kaki turun untuk setiap rintangannya hanya 3 kali, maka dari itu jika peserta di rintangan satu sudah turun 3 kali maka di anggap tes praktik gagal dan harus mengulangnya besok dan seterusnya hingga peserta itu lulus sampai rintangan akhir tanpa menurunkan kakinya ke bawah. Setelah selesai lulus tes teori dan tes praktik maka selanjutnya untuk pengambilan SIM tersebut bisa dilakukan.
Dan untuk SIM pada tahun 1950-an bentuknya seperti buku paspor dengan halaman untuk mencatat pelanggaran yang pernah dilakukan pemiliknya kata bapak Wirasmo (Intisari Desember 2007)