Yoyok yoeswanto sejarah polri
August 29, 2020 at 7:44 PM

POLISI PANUTAN INDONESIA

Pada era sekarang banyak terjadi hal yang kurang baik pada pemerintahan misalnya Korupsi yang ada dimana dimana. Perlunya pemimpin yang baik, jujur, dan bertanggung jawab untuk memimpin negara ini. Ada beberapa tokoh polisi yang dapat menjadi Panutan yang baik untuk memimpin negara ini.

Yang pertama adalah Jenderal Polisi (Purn) Drs. Hoegeng Iman Santoso yang menjabat 15 Mei 1968 hingga 2 Oktober 1971. Polisi panutan yang pertama ini menerima 15 penghargaan selama menjabat sebagai KAPOLRI. Polisi panutan Jenderal Polisi (Purn) Drs. Hoegeng Iman Santoso diberhentikan karena berupaya membongkar kasus penyeludupan mobil mewah, kasus yang merugikan negara hingga 2,1 miliar. Jenderal Polisi (Purn) Drs. Hoegeng Iman Santoso mendapat rekor MURI sebagai Polisi jujur sedunia.

Yang kedua adalah Irjen Ursinus Medellu yang menjabat sebagai direktur lalu lintas mabes polri pada tahun 1965 – 1972. Pada tahun 1972 -1975 Irjen Ursinus Medellu ditunjuk sebagai Kapolda Sumut. Polisi panutan Irjen Ursinus Medellu menolak upeti 1.000 liter minyak. Irjen Ursinus Medellu juga membenahi sistem tilang dan menjadi Bapak BPKB. Irjen Ursinus Medellu memilih menolak itu semua hingga tidak mampu menguliahkan anak- anaknya karena kekurangan biaya.

Yang ketiga Mayor Miran, nama yang tidak asing diera 60-80an. Beliau yang menjabat sebagai polisi sejak 1 juli 1964 hingga berpangkat Mayor. Irjen Ursinus Medellu menutup karirnya saat berpangkat mayor dan lebih memilih menjadi kepala keamanan security di kawasan blimbing Malang.

Yang terakhir ini yang menjadi viral yaitu Aiptu Jailani anggota satlantas Polres Gresik. Kisahnya sempat viral karena menilang istrinya sendiri pada bulan maret lalu karena istrinya nekat melewati jalur car free day. Aiptu Jailani pernah mendapat penghargaan dari POLDA Jawa Timur berkat grade surat tilang yang banyak selama 1 tahun dan diperkirakan rata – rata Jailani menilang 6 orang.